Juli lalu, kau datang lagi.
Dua cup es krim dan sekantong French fries adalah alasanmu
untuk mengajakku pergi.
Aku suka berada dalam perjalanan
Aku selalu mencintai berbagai perjalanan
Dan aku selalu menikmati setiap mili jarak yang aku tempuh,
terlebih jika itu denganmu.
Entah mengapa berada dalam perjalanan adalah hal yang paling
aku sukai. Karna pada saat itu, aku seakan menembus bentangan jarak tak
berujung, dan berada dalam posisi paling dekat denganmu.
Dan kau tidak akan pernah tau keajaiban apa yang akan
terselip dan menjadi kenangan tak terlupakan disela-sela perjalanan itu.
Meskipun pergi pasti memiliki tujuan, namun aku tidak
terlalu menyukai ketika aku sampai.
Ya sederhana saja. Karna perjalanan itu sudah berakhir.
Aku benci berhenti
Memarkirkan mobil
Keluar dari kendaraan, dan berjalan.
Karna ketika berjalan, kau memposisikan dirimu
sejauh-jauhnya
Dan aku tidak suka
Aku hanya suka perjalanan kita sebelum sampai.
Tapi apakah kau sadar, yang aku sukai ini apakah juga
cerminan dari hubungan kita?
Aku sangat menyukai ketika aku pergi dan berada dalam
perjalanan denganmu.
Namun aku benci ketika hubungan ini harus berakhir dan tidak
mungkin dilanjutkan, karna tujuan kita sudah tercapai
Maksudku, tujuanmu sudah tercapai. Kekasihmu.
Pembelaan yang kulakukan semalam atas kekasihmu, menorehkan
lontaran “Dia kan bukan istriku” yang sampai saat ini begitu jelas tergambar
dipikiranku.
Begitu pun kalimat “Lupain gue” yang entah mungkin sampai
seberapa lama bisa larut dan menguap dari ingatanku.
Kamu selalu bilang jika aku bisa terus melangkah dan
melupakan segalanya
Tak sadarkah? Aku sudah mencoba melakukannya –kau tahu
berapa lama- namun bagaimana hasilnya?
Kau pikir aku tak berusaha?
Kau pikir aku tak berjuang?
Aku sekuat tenaga mati-matian mencoba menghilangkanmu, entah
dihidupku saat ini atau pun dikemudian hari, jika kamu memang tidak baik
untukku, lewat berbagai cara. Salah satunya dalam doa,
Yang kutahu doa adalah ramuan paling ampuh penyembuh luka
Namun apa? Kamu nyatanya semakin dan semakin dekat
Tapi ditengah kedekatan ini, yang kau yakini sebagai
kedekatan antar-teman, memampukanmu berkata “gue mau kita tetep deket. Tapi lu
juga harus buka hati ke yang lain”
Membuka hati? Hahaha hatiku sudah kubuka sejak entah. Dan
menganga dengan luka-lukanya
Apakah menurutmu akan ada barang seseorang yang mau singgah
diruang yang penuh luka?
Apakah menurutmu akan
mudah menyimpan penghuni baru kedalam hatimu yang masih berantakan dan masih
dipenuhi perasaan untuk penghuni sebelumnya?
Bagaimana bisa?
Kamu selalu bilang bahwa tidak ada yang tahu bagaimana nanti
Namun ditengah ketidaktahuanmu, kamu selalu sisipkan kalimat
keseriusanmu dengan kekasihmu
Lalu sebenarnya apa maumu?
Aku adalah pengingat yang baik, jika kau ingin tahu
Beberapa hal akan begitu mudah teringat
Ketika penting, ingatan itu seakan masuk keruang penyimpanan
“MOST IMPORTANT EVER” automatically
Dan kabar buruknya, semua tentangmu adalah penting
Jadi jika kau menuntutku untuk melupakan mu namun kau dengan
sengaja terus berada dekat denganku, jangan pernah salahkan aku jika bukannya
lupa, kamu malah semakin terukir.
Aku tau hanya aku yang menderita dan lagi-lagi harus
berjuang dan berusaha
Namun aku tak mampu jika you
have to went away entirety from my whole life
I can’t
Im in love with the
idea of spending time with you
Even though you
weren’t mine, and might be would never be
But then again, who
knows?
God loves me and he’ll
gave me the one whom I deserve
Maybe I should just
enjoy every part of this journey til I forget how to being sad anymore
“assalamualaikum mas”
“mc flurry milo 1. Mau juga nggak? Oh yaudah 2”
“fren fris.. apa?” French fries, kubilang.
“French frais?”
“sama kentang!” kentangnya berapa?, Tanya si masnya.
“satu aja” oh dua, masnya bilang lagi. Kami tertawa.
“SATU mas”
Those drivethru.
“lah mc flurry oreo. Bukan milo. Mas-masnya budeg. Kamfret!”
“lu denger kan td gua pesennya milo?
“gua gasuka oreo nih. Ngeres”
Those one full spoon
of oreo mc flurry that u don’t like
And all the laugh
Thank you
Could I forget? Do u
think I am?